Kamis, 15 Oktober 2009

Tak Ada Ruginya Menurut


"sayang bawa payung yang besar yah...." seru suamiku saat kami
akan pergi berbelanja di pagi hari"


saya cemberut dan menolak,..."hari ini cerah kok," jujur saja saya tidak suka ribet, malas juga sih mau masuk ke tempat rame, bawa bawa payung seakan menantang hujan, payung besar lagi.... huuhh.., memang ada tempat penitipan barang, tapi jarak dari pintu masuk ke sana cukup jauh, tidak enak di lihat orang lain "Bawa saja sekarang iklimnya tidak teratur, kan sering kejadian pagi cerah siangnya malah hujan, atau siangnya masih cerah sorenya tiba tiba hujan deras sampe semalaman, jangan sampai kita kehujanan" seru suamiku dengan nada memaksa sambil membetulkan sendalnya yang akan dipakainya, akhirnya sayapun masuk rumah lagi untuk mengambil payung.
sepanjang belanja saya masih sedikit ngomel-ngomel karna masih sedikit kesal tadi masuk ketempat perbelanjaan sambil menenteng payung besar, sebelum dititipkan, memasang wajah cemberut, tapi sambil melirik curi-curi pandang ke arah suami, ketika sedang sibuk mencari cari barang yang akan di beli yang sudah tercantum dalam list rencana belanjaan kami, tiba tiba terdengar suara petir, seketika pandangan saya teralih ke atap kaca tempat perbelanjaan, air hujan seakan di curahkan menghujani atap kaca yang semula cerah dan seketika mendung menjadi awan pekat menggumpal di atas sana.
saya masih kaget karena hujan yang turun tiba tiba, belum habis kaget saya, terdengar celetukan suami berkomentar "ALHAMDULILLAH... benar pepatah, sedia payung sebelum hujan, enak juga yah payung sebesar ini, sanggup menaungi kita semua, ribet di bawa ketika terlipat, tapi berguna saat hujan, air tempiasnya hanya sedikit... hehehe....tuh kan, tidak ada ruginya menurut!" suami berkata dengan nada riang sedikit meledek seperti mengandung kemenangan.
meski masih agak dongkol, tak kuasa saya menolak, satu katapun dari komentar suami barusan, ALHAMDULILLAH ya ALLAH... memang benar suami itu untuk di taati tidak ada ruginya mengalah dalam anjuran yang mengandung ke maslahatan, dan ada hikmah dalam ketaatan. tentu saja taat kepada suami sepanjang tidak dalam rangka tidak bermaksiat kepada ALLAH SWT. (Almira)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar